Tuesday, February 17, 2009

Death Sentences Issued In Melamine Scandal

Zhang Yujun and Geng Jinping, found guilty in the tainted milk scandal that killed six and sickened 54,000 more in China last year, were sentenced to death by the Shijiazhuang Intermediate People’s Court, according to an article on Bloomberg.com. Yujun, a cattle farmer in eastern China, made almost $1 million selling the protein powder laced with melamine, while Jinping was convicted of adding Zhang’s powder to watered-down milk, according to state-run China Daily. Gao Junjie received a death sentence, suspended for two years, for making more than 70 t of melamine-laced powder with his wife. That sentence typically is commuted to life in prison. In addition, Tian Wenhua, former Board Chairwomen and General Manager of Sanlu Group Co. was ordered to pay a fine of 20 million yuan ($2.9 million) and sentenced to life in prison.

In all, 60 people have been arrested and 21 sentenced in the melamine scandal that was exposed in Sept. 2008. Of these, two others have been jailed for life and six, including three former Sanlu executives, were jailed for between five and 15 years. Melamine is an industrial chemical that is normally used in the production of fertilizer and plastic, but it was added to milk to falsely raise its protein levels in tests. Sanlu, which filed for bankruptcy last month, was fined about 50 million yuan ($7.3 million) by the court over its role in supplying contaminated baby formula. Currently, 22 Chinese dairy companies, including Sanlu, China Mengniu Dairy Co., and Inner Mongolia Yili Industrial Group Co., are being sued by families whose children either died or were sickened after drinking melamine-tainted milk formula.

courtesy: The Weekly - IFT
January 28, 2009

Bloomberg.com article
By Stephanie Wong

Akhir Zaman: Ciri-Ciri Al-Masih Ad-Dajjal

Archive update by: aharis, 29 June 2005, 03:49:23 WIB
http://www.agus-haris.net/modules.php?name=News&file=article&sid=528


Dajjal adalah seorang anak laki laki dari anak manusia (anak Adam) dari kaum Yahudi yang buruk, berperangai dan berbentuk seperti setan. la dikelilingi oleh setan setan dan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi yang bertoga di kepala.

Adapun tentang dua orang tuanya, telah bersabda Rasulullah SAW:

“Orang tua dajjal tidak pemah mendapatkan anak selama 30 tahun, kemudian terlahirlah dari keduanya seorang anak laki laki yang hanya bermata satu, berperangai buruk dan sangat sedikit manfaatnya. Ketika matanya tertidur, hatinya tidaklah ikut tertidur. Kemudian beliau SAW menerangkan tentang dua orang tuanya dengan bersabda: Ayahnya adalah seorang laki laki yang berpostur tinggi, berdaging tidak teratur, berhidung panjang, seakan akan hidungnya adalah paruh burung. lbunya adalah seorang wanita besar, bertangan panjang dan berpayudara besar.” (HR. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)

Adapun tentang postur tubuh dan bentuk dajjal, Rasulullah SAW telah menerangkan hal tersebut dengan lengkap dan jelas, hingga tidak perlu diragukan lagi untuk mengenalnya. Diantaranya ada ciri ciri yang kelihatan dari jauh dan ciri-ciri yang kelihatan dari dekat.

Apabila anda melihatnya dari jauh, maka ia adalah seorang laki-laki yang pendek, berbadan sangat gemuk, berkulit coklat merah yang mumi, pipinya merah, berkepala besar, seakan akan kepalanya adalah (seperti kepala) ular, berambut sangat keriting yang berbintik bintik, seakan akan rambutnya terbuat dari air dan kerikil, tebal berkelok-kelok, seakan-akan rambutnya itu adalah dahan dahan pohon (diriwayatkan oleh Imam Ahmad), dan ujung kedua tapak kakinya berdekatan, sedangkan tumitnya berjauhan.

Apabila anda melihatnya dari jarak dekat, maka ia adalah seperti setan. Dimana bagian kanan wajahnya terhapus, tidak bermata dan tidak beralis, mata kirinya menyala berwarna hijau, seakan akan ia adalah bintang yang berkilau, seakan akan ia adalah kaca hijau yang mengembung, terbelalak dan membengkak di atas pipinya seperti sebiji anggur yang terapung, atau seperti ludah di dinding.

Jadi, dajjal itu adalah bermata sebelah, mata kanannya terhapus, tak bercahaya, sedangkan mata kirinya menjulur keluar, membelalak dan mengembung atau menjulai di atas pipinya.

Adalah Rasulullah ingin mencukupkan keterangannya tentang ciri-ciri dajjal yang terperinci sampai di sini saja. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak untuk menerangkannya dengan lebih jelas, sehingga tak seorang pun yang meragukannya, sebagaimana yang, disebutkan oleh Rasulullah SAW:

“Tertulis diantara dua matanya kata kafir yang dieja oleh Rasulullah SAW kaf, fa’, ra’ yang dapat dibaca oleh setiap Mukmin yang pandai membaca maupun yang buta huruf. Menurut kami, hal ini tidak akan tersembunyi (meragukan) lagi bagi siapa saja.” 

Hadits hadits lain yang menerangkan tentang ciri ciri dajjal adalah sebagai berikut:

1. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Ternyata ia adalah seorang laki laki yang berbadan besar, merah, berambut keriting dan bermata sebelah.” (HR. Bukhary)

2. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Al Masihuddajjal adalah seorang laki laki yang pendek, ujung telapak kakinya berdekatan, sedangkan tumitnya berjauhan, berambut keriting, bermata sebelah dengan mata yang terhapus.” (HR. Abu Dawud dan Imam Ahmad)

3. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya kepala dajjal itu dari belakang terlihat tebal dan berkelok-kelok.” (HR. Ahmad)

4. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya dajal itu terhapus matanya yang sebelah kiri.” (HR. Ahmad)

5. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Pada matanya yang sebelah kanan, seakan akan ia adalah satu biji anggur yang terapung.” (HR. Bukhary)

6. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Bukankah sesungguhnya ia itu bermata sebelah, dan tertulis di antara kedua mata dajjal itu kata kafir, yang dapat dibaca oleh setiap Mukmin.” (Muttafaqun ‘alaih) Dan dalam riwayat yang lain dinyatakan: “Tertulis diantara dua matanya huruf kaf, fa’, dan ra’.” (HR. At-Tirmidzi)


[Diambil dari buku “Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi, dan Munculnya Dajjal” karya Amin Muhammad Jamaluddin. Halaman 96-98. Terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Cendekia, cetakan keempat belas, Mei 2004.]

Kisah Kaum Salaf: Syaikh Muhammad bin Sirin

Arsip artikel ini telah diupdate pada: Selasa, 23 September 2003, oleh: aharis
http://www.agus-haris.net/modules.php?name=News&file=article&sid=56

Sirin adalah salah seorang hamba sahaya dari sahabat Anas bin Malik ra. Ketika ia dimerdekakan, ia langsung mengutarakan niatnya untuk menikah. Sedangkan wanita yang ingin dinikahinya adalah Shofiyah, seorang hamba sahaya Abu Bakar ra. Shofiyah adalah seorang hamba sahaya yang sangat disayangi oleh keluarga Abu Bakar. Ketika Sirin melamar Shofiyah, Abu Bakar meneliti dirinya dengan
penuh seksama. Bukan itu saja, bahkan Anas bin Malik sempat dimintai pendapatnya oleh Abu Bakar tentang Sirin ini. Anas meyakinkan Abu Bakar, seraya berkata, "Percayalah, Sirin adalah orang baik yang memiliki akhlak mulia. Saya telah mengenalnya sejak lama. Insya Allah dia tidak akan
mengecewakan anda."

Mendengar jaminan tersebut, lamaran Sirin diterima. Kemudian diadakan walimah besar dan istimewa. Dikatakan istimewa, karena pesta pernikahan dihadiri oleh delapan belas orang ahlu Badar dan ummul Mukminin, Siti Aisyah ra. Pada saat resepsi, bertindak selaku pembaca doa adalah sahabat Ubay bin Ka'ab. Sedangkan Aisyah bertugas merias pengantin wanita.

Singkat cerita, dari perkawinan mulia ini, Allah menganugerahi mereka seorang anak bernama Muhammad bin Sirin. Dua puluh tahun kemudian ia menjadi salah seorang ulama besar dari kalangan tabi'in. Memang, sejak kecil ia belajar Islam kepada para sahabat Rasul yang ada di Madinah, di antara mereka adalah Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Ubay bin Ka'ab, dan sebagainya.

Ketika ia berusia 14 tahun, ia berhijrah ke Basrah, pusat peradaban Islam waktu itu. Banyak orang Romawi dan Persia yang baru masuk Islam juga menimba ilmu keagamaan di kota itu. Banyak ulama besar yang tinggal di Basrah, salah satunya adalah Hasan Al-Bashri.

Dalam keseharian, Muhammad bin Sirin membagi waktunya untuk melakukan tiga aktivitas: beribadah, mencari ilmu, dan berdagang. Sebelum Subuh sampai waktu Duha ia berada di masjid al-Basrah. Di sana ia belajar dan mengajar berbagai pengetahuan Islam. Setelah Duha hingga sore hari ia berdagang di pasar. Ketika berdagang ia selalu menghidupkan suasana ibadah dengan senantiasa melakukan dzikir, amar ma'ruf, dan nahi munkar. Malam hari, ia khususkan untuk bermunajat kepada Allah SWT. Tangisannya yang keras ketika berdoa terdengar sampai ke dinding-dinding rumah tetangga.

Dalam menggeluti dunia perdagangan, ia sangat berhati-hati sekali. Ia khawatir kalau-kalau terjebak ke dalam masalah yang haram. Sehingga apa yang dilakukannya seringkali membuat orang lain merasa heran. Suatu ketika, ada seseorang menagih hutang kepadanya sebanyak dua dirham. Sedangkan ia sendiri tidak merasa berhutang. Orang tersebut tetap bersikukuh dengan tuduhannya. Karena ia mempunyai bukti, selembar kertas perjanjian hutang yang tertera di atasnya tanda tangan Muhammad bin Sirin. Dengan penuh paksa, ia meminta Muhammad bin Sirin untuk melakukan sumpah. Ketika ia hendak bersumpah, banyak orang yang merasa heran mengapa ia menuruti kemauan si penuduh itu. Salah seorang rakan Muhammad bin Sirin bertanya, "Syaikh, kenapa Anda mau bersumpah hanya untuk masalah sepele, dua keping dirham, padahal baru saja kemarin anda telah merelakan 30 ribu dirham untuk diinfakkan kepada orang lain." Lantas Muhammad bin Sirin menjawab, "Iya, saya bersumpah karena saya tahu bahwa orang itu memang telah berdusta. Jika saya tidak bersumpah, berarti ia akan memakan barang yang haram."

Di lain waktu ia dipanggil oleh Umar bin Hubairah, Gubernur Irak. Gubernur menyambut kedatangannya dengan meriah. Setelah berbasa-basi sejenak, Hubairah bertanya kepadanya, "Bagaimana pendapat Syaikh tentang kehidupan di negeri ini?"

Dengan penuh keberanian, ia menjawab pertanyaan gubernur, "Kezaliman hampir merata di negeri ini. Saya melihat anda selaku pemimpin kurang perhatian terhadap rakyat kecil." Belum lagi Muhammad bin Sirin selesai berbicara, salah seorang keponakannya yang juga ikut ke istana gubernur mencubit lengan sang syaikh, sebagai isyarat agar Muhammad bin Sirin menghentikan kritikan pedasnya kepada sang gubernur. Dengan tegas ia berkata kepada keponakannya itu, "Diamlah engkau, kalau saya tidak mengkritik gubernur, maka nanti sayalah yang akan ditanya di akhirat. Apa yang saya lakukan merupakan persaksian dan amanah umat. Barangsiapa menyembunyikan amanah ini, niscaya ia berdosa."

Sang gubernur sempat termenung sejenak karena terperangah dengan teguran keras dari salah seorang rakyatnya. Tapi ia segera sadar bahwa ia harus bertanggung jawab untuk mengatasi keadaan yang menyedihkan yang menimpa negerinya.

Setelah beberapa saat berada di istana gubernur, ia segera mohon pamit untuk pulang. Gubernur hendak memberikan uang kepadanya sebesar 40 ribu dirham. Tapi ia malah menolaknya. Keponakannya merasa heran mengapa ia harus menolak pemberian itu. Lagi-lagi ia mengingatkan kepada
keponakannya seraya berkata, "Ketahuilah, dia memberi hadiah kepadaku karena dia menyangka aku adalah orang yang baik. Kalau aku baik, maka tidak pantas untuk menerima uang itu. Sedangkan jika aku tidak sebaik yang ia sangka, lebih tidak pantas lagi aku mengambilnya."

Kehidupan Muhammad bin Sirin memang tidak luput dari ujian. Suatu ketika ia membeli minyak sayur dalam jumlah besar untuk kepentingan usaha perdagangannya. Ia membelinya dengan sistem kredit. Ketika salah satu kaleng minyak itu dibuka, di dalamnya didapatkan bangkai tikus yang sudah membusuk. Sejenak ia mulai berpikir, apakah ia harus mengembalikannya atau tidak, sesuai dengan perjanjian yang mengatakan, "Apabila terdapat aib pada barangnya, maka ia berhak mengembalikannya." Tapi, ia mengkhawatirkan tentang sesuatu. Apabila ia mengembalikannya, tentu si pedagang minyak sayur itu akan menjualnya kepada orang lain lagi. Sedangkan tempat pembuatan minyak hanya satu. Sudah barang tentu seluruh minyak telah tercemar oleh bangkai tikus itu. Jika dijual kepada orang lain, maka akan tersebarlah bangkai dan najis itu ke setiap orang. Atas pertimbangan tersebut, maka dibuanglah seluruh minyak itu. Ketika datang penjual minyak itu untuk menagih, ia tidak memiliki uang. Ia segera diadukan kepada qadi (hakim pengadilan). Maka ia pun dipanggil untuk diadili. Setelah itu ia dipenjarakan karena kasus tersebut.

Di dalam penjara, petugas merasa sangat kasihan kepadanya. Karena petugas menilainya sebagai orang shalih. Suara tangis yang mengiringi setiap shalat dan munajatnya selalu terdengar oleh petugas tersebut. Setelah memandang iba kepadanya, penjaga penjara itu berkata kepadanya, "Syaikh, bagaimana kalau saya menolong anda. Saat malam anda boleh pulang ke rumah. Keesokannya anda datang lagi ke sini. Apa anda setuju?" Ia menjawab, "Kalau engkau melakukan demikian, maka engkau telah berlaku khianat. Saya tidak setuju."

Sebelum wafat, Anas sempat berwasiat agar yang memandikan dan menguburkannya adalah Muhammad bin Sirin. Salah seorang kerabat Anas bin Malik memohon kepada petugas penjara agar Muhammad bin Sirin diizinkan menunaikan wasiat gurunya. Petugas mengizinkannya. Tetapi, Muhammad bin Sirin berkata, "Saya dipenjara bukan karena penguasa. Tapi karena pemilik barang. Saya tidak akan keluar sampai pemilik barang mengizinkannya. Setelah pemilik barang mengizinkannya, berangkatlah ia ke tempat Anas bin Malik dibaringkan.

Usai mengurus jenazah Anas bin Malik, ia kembali ke penjara tanpa mampir ke rumahnya barang sejenak pun. Pada usia ke 102 tahun, ia wafat. Duka cita meliputi seluruh penduduk Basrah. Karena telah kehilangan seorang ulama besar yang mempunyai kharisma yang tinggi.

Monday, February 16, 2009

9 Siti Mithali

Antara 9 Siti yang patut dicontohi:

1) Siti Khadijah
- Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira'.

2) Siti Fatimah
- Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah b'kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.

3) Siti A'ishah
- Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama.

4) Siti Hajar
- Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).

5) Siti Mariam
- Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa.

6) Siti Asiah
- Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah.

7) Siti Aminah
- Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.

8) Siti Muti'ah
- Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja.

9 ) Siti Zubaidah
- Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.

Salasilah Nabi / Rasul


10 Things ALLAH won't ask you

1... Allah won't ask what kind of car you drove;
He'll ask how many people you drove that didn't have transportation.

2...Allah won't ask the square footage of your house,
He'll ask how many people you welcomed into your home.

3...Allah won't ask about the clothes you had in your closet,
He'll ask how many you helped to clothes.

4... Allah won't ask what your highest salary was;
He'll ask if you compromised your character to obtain it.

5...Allah won't ask what your job title was;
He'll ask if you performed your job to the best of our ability.

6...Allah won't ask how many friends you had,
He'll ask how many people to whom you were friends

7...Allah won't ask in what neighbourhood you lived,
He'll ask how you treated your neighbours.

8...Allah won't ask about the colour of your skin,
He'll ask about the content of your character.

9...Allah won't ask why it took you so long to seek salvation;
He'll lovingly take you to your mansion in heaven, and not to the gates of
Hell.

10...Allah won't ask how many people you forwarded this to;
He'll ask if you were ashamed to pass it on to your friends.

Happy moments, praise Allah.
Difficult moments, seek Allah.
Quiet Moments, worship Allah.
Painful moments trust Allah.
Every moment, Thank Allah.

Giant Living Organism